74.000 Bayi Terkontaminasi Susu Bermelamin

sumber : kompas

Fakta mengejutkan kembali terungkap. Seperempat dari jumlah keseluruhan bayi di Beijing mengonsumsi susu tercemar melamin.

Fakta mengejutkan itu diungkapkan Pemerintah China Minggu (26/10/2008) kemarin, setelah survei dari pintu ke pintu menemukan, lebih dari 74.000 bayi dari 308.000 keluarga di ibu kota mengonsumsi susu bermelamin. Survei itu dilakukan Badan Kesehatan Beijing pada 20 September hingga 24 Oktober.

Hingga saat ini, empat bayi telah meninggal di China dan 53.000 bayi lainnya sakit akibat mengonsumsi susu bermelamin. Sekitar 3.654 anak-anak kini tengah dirawat di rumah sakit China. “3.654 bayi masih dirawat di rumah sakit, tiga bayi masih dalam kondisi serius, dan lebih dari 46.700 anak masih dalam tahap pemulihan setelah keluar dari klinik pada 22 Oktober,” ungkap Kementerian Kesehatan China dalam pernyataannya.

Melamin merupakan bahan kimia industri yang biasanya digunakan untuk membuat plastik dan lem. Bahan kimia itu dicampurkan ke dalam susu untuk membuat produk itu tampak kaya protein. Laporan Pemerintah China kemarin itu tidak menjelaskan seberapa banyak korban tewas di Beijing.

Skandal memalukan itu terbongkar pada awal September dan merusak citra produk susu China di seluruh penjuru dunia. Masalah susu bermelamin itu sebenarnya telah terjadi jauh sebelum September, tapi sengaja disembunyikan hingga Olimpiade Beijing usai digelar.

Beijing News melaporkan, data rumah sakit di Beijing menyebutkan, sekitar 3.458 bayi yang dibawa ke rumah sakit menderita batu ginjal akibat mengonsumsi susu bermelamin. Lebih dari 211.000 anak-anak telah melakukan pemeriksaan urine di berbagai rumah sakit dan klinik Beijing sejak skandal itu terungkap.

Parlemen China saat ini sedang mempertimbangkan draf undang-undang keamanan pangan yang bertujuan mencegah adanya pejabat kesehatan yang menyembunyikan fakta tentang produk pangan berbahaya. Perdana Menteri (PM) China Wen Jiabao pada Sabtu (25/10/2008) berjanji bahwa ekspor pangan dari negaranya akan memenuhi standar internasional dan mendapatkan kepercayaan global.

“Ekspor pangan China akan memenuhi standar impor setiap negara. China akan sangat serius mengambil pelajaran dari skandal susu terkontaminasi melamin,” ungkapnya pada akhir konferensi tingkat tinggi pemimpin Asia dan Eropa di Beijing. Pemerintah China menyatakan, saat ini lebih dari 40 orang telah ditahan di China Utara karena dituduh terlibat dalam skandal susu bermelamin.

Pejabat-pejabat di Shijiazhuang, tempat pabrik susu bermelamin Sanlu, juga dipecat karena dianggap mendiamkan laporan dari perusahaan tentang masalah melamin itu selama lebih dari sebulan.

Sementara Thailand pada akhir pekan ini telah menarik produk makanan ringan buatan China dan Malaysia dari toko-toko karena ditemukan adanya melamin dalam produk tersebut. Biskuit Hajuku dan Koala serta kue Julie ternyata mengandung melamin di atas ambang batas normal.

“Tiga produk ini mengandung melamin di atas standar yang diizinkan,” ungkap Sekretaris Jenderal Departemen Pangan dan Obat-obatan (FDA) Thailand Pipat Yingseree. Produk biskuit krim keju Julie dan Mali juga ditarik dari peredaran awal bulan ini. Skandal susu bermelamin itu juga mencapai Kyrgyzstan.

“Berdasarkan data sementara, dalam tepung yang dikirim ke Kyrgyzstan dari China mengandung melamin,” ungkap pengawas di Kementerian Pertanian Kyrgyzstan Zholon Omkeyev. Melamin ditemukan dalam tepung yang dikirim ke Kyrgyzstan pada 30 September dan Kyrgyzstan telah mengirim sampel tepung ke laboratorium di Rusia untuk diperiksa lebih detail.

Singapura juga mengungkapkan penemuan baru melamin di 20 produk dari China dan Malaysia pada Sabtu (25/10/2008). Dengan demikian, ada 33 produk yang dilarang beredar di Singapura karena mengandung melamin.”Tiga produk dari China dan 17 produk biskuit dari Malaysia mengandung melamin,” ungkap pejabat Singapura. Menurut Otoritas Pangan Nabati dan Hewani Singapura (AVA), produk bermelamin itu termasuk biskuit Lotte Koala dan roti Julie.

“Ini pertama kali Singapura menemukan melamin pada produk non-China,” ungkap harian Straits Times. Sedangkan di Makau, pekan lalu ada tiga anak lagi yang menderita batu ginjal karena minum susu bermelamin.

“Diagnosa terbaru menunjukkan jumlah anak-anak yang menjadi korban susu bermelamin ada tujuh. Tes ultrasonik menunjukkan bahwa dua gadis berusia enam tahun dan seorang anak laki-laki berusia 11 tahun menderita batu ginjal,” ungkap juru bicara Pemerintah Makau.

Menurut juru bicara tersebut, dua gadis itu meminum susu yang didistribusikan ke sekolah-sekolah dari pemasok asal China daratan,Yili, salah satu merek susu bermelamin. “Kedua gadis tidak harus menginap di rumah sakit, tapi anak laki-laki itu masih dirawat di rumah sakit,” tandasnya.

 

www.susuanakku.com

Provided By: SUSU FORMULA ONLINE Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation. “Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future”. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085102466102 – 085100466103 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 29614252 – 08131592-2012 0 0813159202013 email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com Facebook http://www.facebook.com/GrowUpClinic Twitter: @growupclinic Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Susu Formula Online, Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s