“Bahan Aditif Makanan”

Dr Widodo Judarwanto SpA
CHILDREN ALLERGY CLINIC
PICKY EATERS CLINIC (KLINIK KESULITAN MAKAN)

Dalam membeli makanan ringan, minuman ringan atau obat-obatan sebaiknya harus mencermati label yang terdapat dalam makanan tersebut. Isi kandungan komponen bahan-bahan yang tertera dalam label tersebut harus diketahui keamanan dan akibat yang bisa ditimbulkannya Selain kandungan utama makanan, minuman atau obat-obatan akan ditemukan komponen lain yang mengandungi berbagai bahan campuran.
Bahan-bahan campuran ini diberi nama aditif, contohnya, bahan-bahan campuran yang diberi nama huruf awal “E”, seperti E101 (Riboflavin), E123 (Amaranth), E211 (Natrium Benzoate), E249 (Kalium Nitrit), E322 (Lesitin) dan sebagainya.

BAHAN ADITIF MAKANAN
Aditif adalah bahan kimia yang dicampurkan ke dalam makanan yang berguna untuk meningkatkan kualitas, menambahkan kelezatan dan menjaga kesegaran makanan tersebut. Penggunaan aditif sebenarnya bermula sejak ribuan tahun lalu. Nenek moyang kita telah menggunakan garam untuk mengawet daging dan ikan, rempah untuk melezatkan makanan, dan cuka serta gula untuk menyimpan buah-buahan.
Aditif yang bertindak sebagai pewarna telah digunakan untuk memberi warna kuning kepada mentega sejak kurun ke-14 lagi. Penduduk Asia pula didapati telah menggunakan sejenis sup pekat berasaskan agen perasa terkenal, mononatrium glutamat atau MSG, sejak 2.000 tahun lalu.

MANFAAT ADITIF
Apakah jenis-jenis aditif dan mengapa aditif perlu dicampurkan ke dalam makanan dan obat-obatan? Bahan emulsi seperti gam Arab dan lesitin ialah aditif yang membolehkan makanan yang bahan asasnya terdiri daripada lemak dan air diadun. Contohnya, agen emulsi mampu mengawetkan sediaan vitamin yang berasakan lemak seperti minyak ikan dengan air untuk membentuk emulsi. Sediaan ini tinggi kekonsistenan dan lebih enak dalam hal rasa.

Bahan-bahan penstabil dan pemekat seperti garam alginat dan gliserin memberi makanan dan obat-obatan tekstur yang rata dan lembut. Agen penghalang kerak memastikan makanan yang berbutir seperti garam dan gula sentiasa berberai. Aditif juga bertindak mengawetkan dan meningkatkan nilai nutrisi makanan. Contohnya, vitamin dan bahan campuran dicampurkan ringan seperti susu. tepung, bijirin dan margarin bagi mewujudkan sumber makanan yang seimbang. Aditif yang tergolong ke dalam kelompok bahan pengawet digunakan bertujuan sebagai pengawet dan menstabilkankan makanan dalam keadaan baik dan aman. Bahan pengawet seperti garam nitrat dan nitrit, amat penting bagi melindungi makanan daging untuk menghindarkan kontaminasi ulat dan bakteria clostridium, botulidium iaitu mikroorganisma penyebab botulisme atau keracunan makanan.

Bahan antioksidan seperti vitamin C dan vitamain E mampu menghindar lemak dan minyak di dalam sediaan makanan untuk menjadi asam atau tengik. Bahan ini juga digunakan untuk mengawetkan warna isi buah-buahan yang siap dipotong. Tanpa agen antioksidan, warna isi buah epal dengan mudah bertukar menjadi perang.
Aditif juga digunakan untuk menaikkan bahan makanan yang dimasak seperti roti. Bahan kelompok ini membebaskan asam bila dipanaskan. Asam yang terbebas mampu bereaksi dengan soda untuk membuat bentuk roti dan biskuit yang dibakar.

Bahan penyedap seperti rempah ratus (halia dan bunga cengkih) dan bahan kimia sintetik (monosodium glutamat; MSG) digunakan sangat luas untuk melezatkan makanan dan obat-obatan. Bahan pewarna juga sering dicampurkan ke dalam makanan, terutamanya roti, bikuit dan obat-obatan untuk menambahkan daya tarikan sediaan tersebut. Contoh bahan pewarna ialah FD&C Yellow No.6 yang digunakan di dalam makanan ringan dan roti. Bahan peluntur dingunakan untuk memutihkan makanan seperti agar-agar dan obat-obatan yang mudah berubah warna terutama ketika di dalam penyimpanan.

BAHAN ADITIF ALAMI DAN SINTETIS
Aditif semula diambil dari sumber-sumber asli, contohnya lesitin dari kacang kedelai dan jagung atau serbuk pewarna bit dari lobak bit. Aditif sintetik pula dihasilkan melalui tindak balas kimia. Keaslian aditif sintetik mudah dimonitor semasa pembuatan atau pengilangannya. Sebenarnya aditif atau sintetik adalah bahan kimia. Vitamin C atau asid askobik di dalam sebiji buah oren, misalnya dengan Vitamin C yang dihasilkan di dalam makmal kimia. Aditif tidak seharusnya lebih aman dibandingkan aditif sintetik.

BAHAYA BAHAN ADITIF MAKANAN KESEHATAN
beberapa aditif yang dikaitkan dengan efek camping yang kurang baik adalah pewarna FD&C Yellow No.5 atau tartazin. Tartazin (E102)dilaporkan menyebabkan gatal-gatal kulit yang amat sangat (urticaria) serta pembengkakkan sesetengah tisu lembut seperti kelopak mata, bibir, lidah dan tanganOleh sebab itu, penggunaan tartazin masih dibenarkan. Namun demikian, adanya tartazin dalam makanan atau obat-obatan harus dicantumkan pada label sediaan-sediaan tersebut, agar beberapa orang yang sensitif bisa menghindarinya.

Bahan pemanis berkalori rendah aspartam, pernah dilaporkan membawa efek samping negatif. Demikian juga halnya dengan aditif makanan yang dicampurkan ke dalam makanan ringan untuk kanak-kanak dan remaja.
Aditif yang sering mendapat perhatian adalah monotorium glutamat (MSG). Pada mulanya, bahan ini dibuat dari sejenis rumpai laut. Sekarang MSG dibuat berasal kanji, gula, jagung, tebu datau lobak bit. Efek samping yang sering dikaitkan dengan MSG adalah sangat banyak. Seringkali dikaitkan dengan Sindrom Restoran Cina. MSG kerap kali digunakan di dalam masakan Cina. Tanda dan gejala sindrom ini termasuk panas badan dan rasa menggelenyar di bahagian tengkuk dan belakang tubuh, serta perasaan tertekan di dada dan muka. Walaupun demikian, kajian ilmiah tidak bisa membuktikan bahwa semua gangguan Sindrom Restoran Cina disebabkan secara langsung oleh MSG. Sebaliknya kajian tersebut mendapati kesan sampingan buruk hanya dialami sebagian pengguna yang sensitif MSG. Sehingga MSG tetap dianggap aman dan sesuai digunakan sebagai aditif makanan.

ENDPOINTS


Ditengan kemajuan teknologi makanan dan farmasi, penggunaan aditif dalam makanan dan obat-obatan sudah menjadi kelaziman. Kebiasaan ini membuat sediaan-sediaan tersebut tahan lama, menarik dan lezat. Terdapat lebih kurang 15,000 bahan kimia yang digunakan sebagai bahan aditif yang dicampurkan ke dalam sediaan makanan dan obat-obatan sejak dalam tahap pengeluaran, pemprosesan, perawatan, penyediaan, pembungkusan, pengangkutan dan penyimpanan bahan-bahan tersebut.

Walaupun jumlah bahan kimia yang digunakan sebagai bahan aditif makanan dan obat-obatan agak banyak, namun para ahli, ahli farmasi dan ahli teknologi makanan berpendapat bahwa secara umumnya, bahan-bahan ini tidak mengakibatkan efek samping buruk atau mencetuskan penyakit berbahaya. Hanya sebagian pengguna yang terjadi gangguan terhadap bahan aditif. Pengguna yang sensitive berkonsultasi dengan tentang bahan aditif-aditif yang perlu dihindari.

 

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.

One response to ““Bahan Aditif Makanan”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s