Bisnis Susu Formula Menggiurkan, Waspadai Akan Gusur ASI

Bisnis Susu Formula Menggiurkan, Waspadai Akan Gusur ASI

 Asia Pasifik merupakan pasar utama industri susu formula, khususnya Indonesia dan China. Sehingga peta persaingan bisnis susu formula sangat menggiurkan dan sangat ketat, karena bisa mencapai Rp 7 triliun setahun. Beberapa laporan menunjukkan bahwa angka penjualan susu formula di dunia meningkat sebesar 37 persen pada tahun 2008-2013. Sebaliknya jumlah bayi yang disusui secara eksklusif turun dari 40 persen pada tahu 2003 menjadi 30 persen tahun 2007.

Sedemikian gencarnya promosi susu formula sehingga jumlah bayi yang disusui menurun. Data menyusui dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2007 menyebutkan, konsumsi susu formula meningkat dari 15 persen tahun 2003 menjadi 30 persen pada tahun 2007. Jumlah balita di Indonesia mencapai 24 juta lebih. Bila sekitar 10% saja balita setiap hari harus minum susu. Setiap anak membutuhkan 0,6 liter sampai 1 liter susu setiap hari. Tentu jumlah susu yang dibutuhkan sangat besar.

Semakin menurunnya tingkat menyusui di Indonesia dan di berbagai tempat di dunia menjadi keprihatinan banyak pihak. Hal ini salah satunya disebabkan oleh perubahan pola pikir orang tua yang terbentuk dari informasi-informasi yang didapatkan melalui iklan makanan/minuman pengganti ASI di media massa. Harus diserukan kepada semua bangsa di dunia untuk memprioritaskan kesehatan bayi mereka dan menghentikan bentuk-bentuk promosi susu formula dan makanan pengganti ASI.

Dalam setahun angka penjualan susu formula ini menunjukkan angka yang luar biasa. Data yang dikeluarkan AC Nielsen, setidaknya Rp 6 triliun dihasilkan dari penjualan susu, baik itu untuk kelas bawah, premium, maupun superpremium. Sebesar Rp 2 triliun sampai Rp 2,5 triliun itu dikuasai susu formula kelas premium. Dari sejumlah distribusi susu formula itu sepertiganya dikuasai kelas premium dan sisanya kelas biasa. Di kelas premium persaingan sangat ketat, di kelas biasa, Nestle masih mendominasi persaingan.

Pertumbuhan pasar susu setiap tahunnya mencapai 25% sampai 35%. Bertumbuhnya susu ini tentu membuat produsen makin antusias. Produsen asingpun bersaing ketat seperti Mead Johnson Amerika, Abbott, Wyett, juga Nutricia. Pemain lain, seperti Friesche Flag, Nestle, atau Sari Husada, meski tidak kuat di susu premium atau superpremium, namun mereka lebih besar penjualannya di susu kelas bawah.

Persaingan bisnis susu yang demikian ketat ini membuat beberapa produsen susu membuat strategi pemasaran yang khusus. Di antaranya dengan membuat susu yang paling lengkap kandungan gizinya. Mulai dari yang mengandung AA, DHA, EPA, atau yang terbaru: EyQ. Padahal dari berbagai penelitian berbagai tambahan ini manfaatnya belum terbukti, tetapi justru strategi tersebut dapat menggiurkan para orangtua untuk lebih tertarik. Semua tambahan kandungan itu jelas mempengaruhi harga pula. Untuk susu formula ukuran 400 gram, rentang harganya mulai dari Rp 26.000-an untuk kelas bawah. Di kelas atas, harganya antara Rp 70.000 hingga Rp 90.000 sekaleng kecil itu. Di kelas atas kita membaginya lagi menjadi premium dan superpremium.

Selain jumlah penduduk yang sangat besar, tidak adanya regulasi pemerintah yang mengatur pemasaran susu formula membuat pihak produsen dengan bebasnya mempromosikan produknya di Indonesia.

Susu formula merupakan produk yang sangat menguntungkan perusahaan. Karena itu, jutaan dollar sudah dihabiskan untuk mempromosikan produknya dengan target para ibu. Mereka ingin para ibu membeli lebih banyak produk mereka.

Fokus pada susu pertumbuhan

Bisnis susu ini makin banyak pengelompokannya. Ini dimulai dari starter formula untuk usia 0 sampai 6 bulan, follow on formula untuk usia 6 bulan sampai 12 bulan, lantas growing up milk, untuk usia di atas setahun dan di bawah lima tahun.

Bisnis susu saat ini sangat ketat diatur regulasinya khususnya ntuk susu di abah satu tahun. Untuk susu formula usia nol sampai setahun pemerintah melarang untuk beriklan. Sehingga persaingan dalam kelompok itu sangat jenuh dan sulit sehingga produsen susu bersaing di susu pertumbuhan. Bahkan karena sulitnya persaiangan dan iklan susu tersebut beberapa produsen susu mulai membuat strategi akal-akalan, misalnya PT wyeth merubah nama susu pertumbuhannya dengan nama S26-Promis. Sehingga nama S-26 dapat numpang iklan di televisi. Seharusnya akal-akalan produsen susu ini harus lebih dicermati oleh BPOM atau depkes dalam memberikan regiustrasi produk.

Perusahaan besar produsen susu yang mendominasi bisnis susu formula di Indonesia adalah Abbott, Nestle, Wyett, Mead Johnson, Nutricia, dan Sang Hyang Perkasa. Nutricia Indonesia bisa menguasai penjualan hingga 11% di kelas premium dan superpremium itu . Saingan terdekatnya adalah Wyett dan Mead Johnson. Karena, mereka lebih dulu bermain di kelas premium dan superpremium.

Persaingan di susu formula premium dan superpremium ini juga ternyata sangat ketat. Untuk kelas premium, produk Nutricia seperti Bebelac bersaing dengan S 26 Reguler milik Wyeth, Enfamil Reguler milik Mead Johnson, Morinaga BMT milik Sang Hyang Perkasa, dan Vitalac milik Sari Husada, serta dengan Pediasure milik Abbott.

Dalam kelompok superpremium. Nutricia mempunyai abdalan Nutricia Royal, Wyett mempunyai S 26 Gold, Mead Johnson tampil dengan susu premium merek Enfamil Plus. Lantas, Sang Hyang Perkasa dengan produknya Morinaga Platinum, dan Abbott punya merek Pediasure Gains and Advance EyQ. Pemain lain di pasar ini adalah Nestle dengan merek Nan, namun tak begitu besar penetrasinya di pasar.

Adapun sisanya yang sebesar Rp 3,5 triliun dinikmati susu formula kelas bawah. Di kelas susu biasa ini, tak bisa dipungkiri, Nestle masih merajai. Diperkirakan Nestle mempunyai angka penjualan mencapai hampir 50%. Sebagian lainnya dikuasai Sari Husada atau Friesche Flag, produsen susu Bendera.

Susu formula milik Nestle yang tergolong kelas menengah ini adalah Lactogen. Untuk berat 800 gram dan Nan harganya harga dan . Isi kandungannya hampir sama. Bedanya, Nan mengandung asam linoleat dan asam linolenat yang jika dicerna bayi akan menghasilkan AA dan DHA. Akan halnya Lactogen, mengandung AA dan DHA langsung. PT Sari Husada. Produsen susu anak SGM, Lactamil, dan Vitalac ini dalam setahun bisa memproduksi susu sebanyak 45.000 ton.

Saat ini sebagian besar saham PT Sari Husada Tbk dimiliki Nutricia International BV. Perusahaan multinasional Belanda ini adalah pemilik PT Nutricia Indonesia Sejahtera (NIS). Ke dua perusahaan ini lebih memfokuskan pada pasar menengah. Produk Sari Husada seperti Vitalac adalah sekelas dengan Bebelac milik NIS., Vitalac 1, 2, dan 3, SGM 1,2 ,3, dan 4, serta Vitalac LF (Lactosa Free) itu hampir sama dengan produk NIS seperti Bebelac 1, 2, dan 3.

WWW.SUSUANAKKU.COM
Provided By: SUSU FORMULA ONLINE Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation. “Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future”. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 44466102 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 44466103 – 97730777email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com http://www.facebook.com/GrowUpClinic Creating-hashtag-on-twitter@growupclinic Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2014, Susu Formula Online, Information Education Network. All rights reserved

2 responses to “Bisnis Susu Formula Menggiurkan, Waspadai Akan Gusur ASI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s