10 Hormon Penyebab Nafsu Makan Meningkat dan Kondisi Yang Menyertai

image

Homon tidak hanya memantau kehadiran lemak dalam tubuh, tetapi juga membantu dalam kelancaran fungsi proses fisik harian. Dengan kata lain, berat badan seseorang dipengaruhi oleh hormon di dalam tubuhnya. Hormon tertentu dapat menjadi penyebab lambatnya kinerja metabolisme sekaligus mampu menambah berat badan pada tubuh.

Penelitian menunjukkan suatu diet yang dilakukan setidaknya dalam setahun, kombinasi dari perubahan hormon memberi sinyal kepada tubuh untuk memperlambat metabolisme sekaligus meningkatkan nafsu makan. Hilangnya lemak tubuh mengurangi kadar hormon yang diproduksi oleh sel lemak, yang biasa disebut leptin. Tubuh para pelaku diet melawan penurunan berat badan jika hormon kenaikan berat badan lebih unggul. Orang yang melakukan diet secara ekstrim akan mengalami nafsu makan yang lebih besar. Penelitian tersebut membandingkan tingkat hormon pada orang-orang dengan berat badan rata-rata dengan orang-orang gemuk (obesitas). Hasil menunjukkan bahwa 6 dari 9 hormon memiliki kemungkinan besar untuk meningkatkan rasa lapar pada tubuh.

Pada beberapa kelainan, kondisi tubuh tertentu dan gangguan tubuh dapat mengganggu keseimbangan beberapa hormon yang berdampak nafsu makan meningkat. Penelitian mnunjukkan bahwa penderita alergi atau asma dapat mengganggu keseimbangan hormonal yang dapat meningkatkan nafsu makan pada manusia.

Anak perempuan cenderung mengalami kenaikan berat badan setelah masa pubertas, ataupun menopause  pada wanita dewasa. Hal tersebut terjadi akibat hormon. Selama pubertas / menopause, tingkat hormon pada wanita (hormon estrogen dan progesteron) berfluktuasi secara ekstensif. Tak hanya itu, gaya hidup juga mempengaruhi di mana aktifitas fisik yang kurang dapat memperlambat metabolisme.

Sedangkan pada pria,  berat badan dan metabolisme memilki hubungan satu sama lain. Pria memiliki sekitar 8 hormon yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hormon yang paling penting adalah testosterone. Hormon ini membentuk otot, volume dan kekuatan, dengan meningkatkan metabolisme serta menurunkan lemak tubuh. Selain itu Hormon Tiroksin (T4),  juga membantu dalam meningkatkan metabolisme pada pria.

Memiliiki gen berbadan gemuk bukan berarti tidak dapat dikendalikan. Meski genetik sel-sel lemak tidak dapat dengan mudah dipantau dengan diet, namun bukan berarti kegemukan tidak dapat diatasi. Cukup jauhi aneka makanan yang diproses dan makanan sumber karbohidrat sederhana seperti pasta putih, nasi putih dan roti putih. Makanan tersebut mampu menambah jumlah insulin dalam tubuh yang mampu menyebabkan kenaikan berat badan.

Inilah 10 Hormon Sebagai Penyebab Nafsu Makan Meningkat

  1. Leptin dan ghrelin Kedua hormon tersebut bisa dibilang sebagai hormon nafsu makan. Sebab keduanya berperan dalam memberi pesan pada otak bahwa Anda sedang lapar. Kurang tidur bisa memengaruhi kinerja hormon leptin, sehingga nafsu makan biasanya akan sulit dikontrol dan membuat berat badan membengkak.
  2. Serotonin Hormon gembira ini memiliki kontrol terhadap suasana hati dan ingatan. Jumlahnya harus dijaga agar tetap seimbang sehingga berat badan mampu dikontrol. Sebab kurang serotonin bisa memicu rasa cemas yang berujung pada stres.
  3. Hormon pertumbuhan Fungsi utama hormon pertumbuhan adalah menstimulasi pembentukan protein. Banyaknya protein yang terbentuk menentukan kekuatan otot, tulang, tulang rawan serta tendon. Selain itu hormon pertumbuhan juga memegang peran dalam aktivitas olahraga. Selain meningkatkan pembakaran lemak, hormon tersebut juga membatasi metabolisme gula. Hasilnya, olahraga menjadi lebih efektif dalam mengurangi timbunan lemak. Metabolisme gula yang menurun juga membuat kadar gula darah lebih terkontrol, sehingga level energi tetap terjaga selama berolahraga.
  4. Hormon kehamilan Beberapa orang menyuntikkan hormon human chorionic gonadotrophic (HCG) sebagai penunjang diet rendah lemak dan pembatasan yang ekstrem terhadap karbohidrat. Penelitian membuktikan, cara ini tidak memberikan manfaat karena hormon kehamilan tersebut tidak dapat menurunkan berat badan.
  5. Cortisol Hormon yang satu ini bertanggung jawab atas pemicu stres yang dialami tubuh. Seperti yang diketahui, stres bisa memicu peningkatan berat badan. Untuk mengurangi kadar hormon cortisol, cobalah berolahraga secara teratur agar berat badan juga bisa dikontrol.
  6. Melatonin Tubuh memiliki hormon yang memberi ‘perintah’ bahwa Anda butuh istirahat dan tidur, yaitu melatonin. Produksi hormon ini meningkat di ruangan yang lebih gelap. Itulah sebab kenapa ketika tidur, lampu sebaiknya dimatikan. Kekurangan hormon melatonin sering dikaitkan dengan obesitas, diabetes, dan kanker.
  7. Oxytocin Hormon cinta atau oxytocin muncul saat tubuh bersentuhan dengan orang yang Anda suka, bercinta, atau makan cokelat. Namun jika Anda sedang sakit hati, jumlah oxytocin cenderung menurun dan hormon cortisol otomatis malah meningkat. Sehingga tubuh pun berisiko mengalami kegemukan.
  8. Tiroid Hormon tiroid memegang peranan penting dalam metabolisme yang membakar lemak dan menyalurkan energi ke seluruh tubuh. Jika Anda stres, kurang gizi, dan menderita inflamasi, hormon tiroid jumlahnya bisa menurun. Pada akhirnya, tubuh berisiko mengalami peningkatan berat badan.
  9. Estrogen dan progesteron Kedua hormon tersebut dimiliki wanita dan dihasilkan oleh ovarium. Hormon estrogen dalam kadar tinggi terdapat dalam darah perempuan, dan dapat membantu penguraian timbunan lemak. Selain itu, estrogen juga meningkatkan metabolisme, menjaga mood dan juga mendongkrak libido.Kedar estrogen akan menurun ketika perempuan mulai mendekati masa menopause. Sedangkan  pelepasan hormon tersebut dari ovarium meningkat saat berolahraga, dan kadarnya dalam darah akan tetap tinggi hingga 4 jam setelah beristirahat.Estrogen dan progesteron pun memengaruhi berat badan, entah itu menurunkan atau meningkatkan. Maka dari itu menopause dan pubertas sering dikaitkan dengan berat badan dan perubahan bentuk tubuh.
  10. Testosteron Baik pria maupun wanita sama-sama memiliki hormon ini. Testosteron juga memberi pengaruh terhadap berat badan, karena fungsinya adalah menjaga kekuatan otot yang memicu metabolisme dalam membakar lemak. Jika jumlahnya menurun, berat badan bisa meningkat.

Hormon Yang menurunkan berat badan

Sebaliknya terdapat hormon yang dapat menurunkan berat badan, diantaranya adalah:

  • Hormon lain (Insulin, Epifrin, Tiroxin dan Endorfin) Hormon lain yang membantu menurunkan berat badan adalah insulin, epifrin, tiroxin dan endorfin. Semakin tinggi tingkat pelepasan hormon-hormon tersebut, dampaknya adalah peningkatan intensitas serta durasi olahraga.

www.susuanakku.com

Provided By: SUSU FORMULA ONLINE Supported By: GRoW UP CLINIC JAKARTA Yudhasmara Foundation. “Children are the world’s most valuable resource and its best hope for the future”. We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.GRoW UP CLINIC I Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210, phone (021) 5703646 – 085102466102 – 085100466103 GRoW UP CLINIC II MENTENG SQUARE Jl Matraman 30 Jakarta Pusat 10430, Phone (021) 29614252 – 08131592-2012 0 0813159202013 email : judarwanto@gmail.com http://growupclinic.com Facebook http://www.facebook.com/GrowUpClinic Twitter: @growupclinic Professional Healthcare Provider “GRoW UP CLINIC” Dr Narulita Dewi SpKFR, Physical Medicine & Rehabilitation curriculum vitae HP 085777227790 PIN BB 235CF967 Clinical – Editor in Chief : Dr Widodo Judarwanto, Pediatrician email : judarwanto@gmail.com Mobile Phone O8567805533 PIN BBM 76211048 Komunikasi dan Konsultasi online : twitter @widojudarwanto facebook dr Widodo Judarwanto, pediatrician Komunikasi dan Konsultasi Online Alergi Anak : Allergy Clinic Online Komunikasi dan Konsultasi Online Sulit makan dan Gangguan Berat Badan : Picky Eaters Clinic Komunikasi Profesional Pediatric: Indonesia Pediatrician Online We are guilty of many errors and many faults. But our worst crime is abandoning the children, neglecting the fountain of life.
“GRoW UP CLINIC” Jakarta Focus and Interest on: *** Allergy Clinic Online *** Picky Eaters and Growup Clinic For Children, Teen and Adult (Klinik Khusus Gangguan Sulit Makan dan Gangguan Kenaikkan Berat Badan)*** Children Foot Clinic *** Physical Medicine and Rehabilitation Clinic *** Oral Motor Disorders and Speech Clinic *** Children Sleep Clinic *** Pain Management Clinic Jakarta *** Autism Clinic *** Children Behaviour Clinic *** Motoric & Sensory Processing Disorders Clinic *** NICU – Premature Follow up Clinic *** Lactation and Breastfeeding Clinic *** Swimming Spa Baby & Medicine Massage Therapy For Baby, Children and Teen ***
Information on this web site is provided for informational purposes only and is not a substitute for professional medical advice. You should not use the information on this web site for diagnosing or treating a medical or health condition. You should carefully read all product packaging. If you have or suspect you have a medical problem, promptly contact your professional healthcare provider

Copyright © 2015, Susu Formula Online, Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s