Pengendalian Mutu Selama Proses Pembuatan Susu Bubuk

Pengendalian Mutu Selama Proses

Mutu adalah gabungan sifat-sifat khas yang dapat membedakan masing-masing satuan dari suatu bahan atau barang dan mempunyai pengaruh yang nyata di dalam menentukan derajat penerimaan konsumen atau pembeli terhadap bahan atau barang tersebut.

Arti mutu dari sudut pandang perusahaan untuk ISO 9000 adalah cocok dengan maksudnya, sesuai dengan persyaratan, artinya produk didesain dan dibuat untuk melaksanakan tugas dengan baik. Pengendalian mutu merupakan aktivitas untuk menjaga dan mengarahkan mutu produk agar memenuhi spesifikasi sebagaimana telah direncanakan. Ini mutlak dilaksanakan untuk mempertahankan kualitas dari kontinuitas spesifikasi produk yang telah ditetapkan.

Kegiatan pengendalian mutu selama proses dilakukan pada peralatan proses dan bahan selama proses atau produk setengah jadi. Sebelum alat-alat digunakan, dilakukan pengujian Swab Test yang dilakukan dengan mengusapkan kapas steril yang telah dibasahi pada suatu alat.

Selain peralatan pengendali mutu selama proses dilakukan pengendalian mutu dengan cara mengkondisikan ruangan dengan suhu rendah yaitu sekitar 4oC. Selain itu, pengambilan sampel produk setengah jadi dilakukan setelah susu hasil evaporasi dimasukkan ke dalam tangki penampungan yang kemudian dipasteurisasi dan didinginkan. Dilakukan pengujian meliputi uji organoleptik (warna, bau, dan rasa), uji total solid (untuk mengetahui total zat pada susu kental, yaitu harus mencapai 40-50%), uji kadar lemak (kadar lemak yang baik pada susu kental 7.5-8%), serta uji mikrobiologi (untuk mengetahui ada tidaknya kontaminasi selama proses).

Untuk pengendalian proses, dilaksanakan sistem HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point), yaitu suatu sistem yang dapat mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengendalikan bahaya bagi keamanan pangan. Yang dimaksud dengan CCP (Critical Control Point) adalah suatu prosedur dimana pengendalian dapat diterapkan dan bahaya keamanan pangan dapat dicegah/dikurangi sampai tingkat yang dapat diterima.

Proses pengolahan susu bubuk formula memiliki CCP sebagai berikut:

1. CCP 1 : Proses pasteurisasi
Potensi bahaya   : kontaminasi bakteri patogen
Pengendalian      : suhu pemanasan minimal 80oC

2. CCP 2 : Proses Sterilisasi
Potensi bahaya   : kontaminasi bakteri patogen
Pengendalian      : suhu pemanasan minimal 115oC

3. CCP 3 : Penyimpanan susu di MST

Potensi bahaya   : kontaminasi bakteri patogen
Pengendalian      : suhu pemanasan minimal 15oC
Waktu penyimpanan maksimal 26 jam

4. CCP 4 : Dry Blending

Potensi bahaya   :
* Biologi (kontaminasi bakteri patogen)
* Fisik (benda asing, logam, serangga)
* Kimia (pengaturan komposisi salah)

Pengendalian      :
*  Sanitasi alat, ruangan, personal higinie, pest control
*  Penggunaan metal detector
*  Penuangan dan pencampuran bahan dilakukan sesuai prosedur

5. CCP 5 : Proses pengisian di Wooden Bin untuk disimpan

Potensi bahaya   :
*   Biologi (kontaminasi bakteri patogen)
*   Fisik (benda asing, logam, serangga)

Pengendalian      :
*  Sanitasi alat, ruangan, personal higinie, pest control
* Pemeriksaan oleh QC sebelum produk disimpan
*  Penggunaan metal detector

6. CCP 6 : Proses Pengemasan

Potensi bahaya   :
*  Biologi (kontaminasi bakteri patogen)
*  Fisik (benda asing, logam, serangga)
*  Kimia (oksidasi produk)

Pengendalian      :
*  Sanitasi alat, ruangan, personal higinie, pest control
*  Penggunaan metal detector
*  Pemeriksaan oleh QC sebelum produk dikemas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s