WHO: ASI tidak menularkan virus Zika

Organisasi Kesehatan Dunia PBB WHO menegaskan bahwa tidak ada bukti penyakit dapat menyebar ke bayi melalui air susu ibu (ASI). WHO menyatakan tidak ada kasus bayi menderita masalah neurologis parah atau kerusakan otak setelah terinfeksi Zika. Organsisai mengatakan rekomendasi menyusui saat ini tetap berlaku. Manfaat ASI bagi bayi dan ibu lebih besar daripada potensi resiko penularan virus Zika melalui ASI. WHO mengatakan perempuan di negara-negara yang terkena virus Zika harus tetap menyusui bayinya. .

WHO mengatakan saat ini Zika telah terdeteksi berada dalam ASI dari dua ibu, namun tidak ada laporan bahwa Zika dapat ditularkan ke bayi melalui ASI. Tapi badan kesehatan PBB itu mengakui ada banyak pertanyaan yang belum terjawab, termasuk berapa banyak virus Zika terkandung dalam ASI, apakah ibu bisa menularkan antibodi untuk anak-anak mereka dari infeksi Zika dan berapa lama virus mungkin bertahan dalam ASI.

Virus Zika tampaknya sedang ramai diperbincangkan bukan hanya di Brasil tetapi di berbagai negara termasuk Indonesia. Sejak pertengahan 2015 sekitar 500.000 penduduk tertular virus ini. Lalu berkembang menjadi 1,5 juta penduduk yang tertular. Penyebaran Zika bertepatan dengan peningkatan tajam jumlah bayi yang menderita microcephaly, yaitu suatu kondisi di mana otak janin tidak tumbuh ke ukuran penuh dan menyebabkan bayi lahir dengan kepala abnormal berukuran kecil. Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, antara 2010 dan 2014, Brasil memiliki rata-rata 156 bayi yang lahir dengan microcephalysetiap tahun. Tapi pada tahun 2015, lebih dari 3.000 bayi lahir dengan kondisi tersebut.

Bahaya Infeksi Virus Zika.

Infeksi virus zika yang saat oni ditakuti dunia sebenarnya berbahaya hanya pada janun yangbdikansung ibu hamil yang terinfekai virus Zika. Pada janin bisa mengakibatkan Mikrosefali yang dapat menganggu tumbuh kembang bayi. Konsekuensi seumur hidup dari penderita microcephaly dapat mencakup keterbelakangan mental, keterlambatan perkembangan, dan kejang, meskipun beberapa anak dengan kondisi tersebut berkesempatan untuk tumbuh dan memiliki kecerdasan normal. Sebenarnya banyak faktor yang bisa menyebabkan microcephaly, seperti gangguan genetik tertentu, infeksi kehamilan, paparan bahan kimia beracun, dan bahkan kelahiran traumatis.Sampai saat ini pejabat kesehatan Brazil mengatakan, ada hubungan antara Zika dan microcephaly, namun para ahli dari WHO dan lainnya yang berbicara kepada The Huffington Postbelum mengonfirmasi. Beberapa ahli mengapresiasi penemuan dokter Brasil untuk penyelidikan kuat mereka ke masalah ini, tetapi bila mengikuti perspektif WHO, masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa virus Zika menyebabkan cacat lahir. Saat ini, beberapa dokter Brasil menasihati wanita untuk menghindari kehamilan. Para pejabat juga sedang mencari tahu apa yang terjadi, dan wanita di Brasil yang saat ini sedang hamil mengatakan mereka merasa sangat stres.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s