Cara Penyimpanan ASI

Cara Penyimpanan ASI Perah

TIPS PENYIMPANAN ASI

wp-1462721630027

    • Putarlah kontainer ASI agar bagian yang mengandung krim pada bagian atas tercampur merata. Jangan mengocok ASI karena dapat merusak komponen penting dalam susu
    • Jangan menyimpan sisa ASI yang sudah dikonsumsi untuk pemberian berikutnya.
    • Jangan mencampurkan ASI yang telah dibekukan dengan ASI yang masih baru pada wadah penyimpanan.
    • Tanggal kapan ASI diperah perlu dicantumkan untuk memastikan bahwa ASI yang dipakai adalah ASI yang lebih lama.
    • Pastikan bahwa pada wadah ASI telah diberi label berisi nama anak dan tanggal ASI diperah.
    • Simpanlah ASI sesuai dengan kebutuhan bayi.
    • Wadah penyimpanan harus dipastikan bersih. Ibu dapat menggunakan botol kaca atau kontainer plastik dengan tutup yang rapat dengan bahan bebas bisphenol A (BPA). Hindari pemakaian kantong plastik biasa maupun botol susu disposable karena wadah-wadah ini mudah bocor dan terkontaminasi. Kontainer harus dicuci dengan air panas dan sabun serta dianginkan hingga kering sebelum dipakai.
    • Pastikan ibu mencuci tangan dengan bersih sebelum memerah ASI maupun menyimpannya.
    • Kencangkan tutup botol atau kontainer pada saat ASI telah membeku sepenuhnya
    • Segera dinginkan ASI dalam waktu kurang dari 1 jam setelah dipompa dari payudara.
    • Berilah label tanggal dan jam penyimpanan supaya mudah diingat.
    • Cara menyimpan ASI yang baik adalah dengan membaginya dalam jumlah sedikit-sedikit, karena susu yang tidak habis akan dibuang karena tidak baik bila disimpan kembali.
    • Jangan mencampur ASI yang baru dengan ASI yang sudah didinginkan sebelumnya.
    • Jangan menyimpan ASI pada bagian pintu lemari es atau freezer.

CARA PENYIMPANAN ASI PERAH

wp-1462721630027

  • Suhu dan waktu penyimpanan  Pada dasarnya dengan cara menyimpan ASI yang tepat, ASI dapat tahan selama 6-8 jam bila suhu ruangan kurang dari 25°C. Bila kurang dari suhu tersebut, ASI harus disimpan di dalam kulkas atau freezer.
  • Untuk ibu yang bekerja di kantor, ASI dapat dipompa pada pagi hari lalu di simpan di dalam kulkas untuk kebutuhan selama bayi ditinggal bekerja. Bila di simpan pada kulkas bersuhu 4°C, ASI dapat disimpan maksimum 5 hari.
  • ASI juga dapat dipompa ketika ibu berada di kantor lalu kemudian disimpan di dalam kulkas kantor hingga waktunya pulang ke rumah. Gunakan termometer kulkas untuk selalu memantau suhu kulkas atau freezer selama menyimpan ASI.
  • Walaupun sangat jarang terjadi, kadang kita butuh menyimpan ASI dalam jangka waktu yang lebih lama. Bila dibekukan pada freezer bersuhu -15°C, ASI dapat disimpan selama maksimum 2 minggu.
  • Selalu letakkan ASI pada bagian belakang kulkas atau freezer, karena bagian ini memiliki suhu yang paling dingin.  Bila waktu penyimpanan sudah lewat, jangan gunakan lagi ASI tersebut.

TEMPAT PENYIMPANAN ASI

  • Tempat yang baik untuk menyimpan ASI adalah tempat berbahan beling atau plastik dengan tutup yang kedap udara, misalnya botol susu ditutup rapat, atau kantong khusus untuk ASI.
  • Jangan gunakan kantong yang bukan khusus untuk ASI, karena dapat pecah ketika dibekukan di dalam freezer.
  • Bersihkan botol atau wadah dengan air hangat dan sabun, kemudian bilas sampai bersih dengan air hangat atau disterilisasi dengan merebusnya seperti halnya mempersiapkan botol susu biasa, lalu biarkan kering secara alami. Berhati-hatilah untuk merebus tempat berbahan plastik, karena hanya plastik berlabel BPA-free yang aman bila terkena panas.

CARA PENYAJIAN ASI PERAH YANG DISIMPAN

  • Cek tanggal pada label wadah ASI. Gunakan ASI yang paling dulu disimpan
  • ASI tidak harus dihangatkan. Beberapa ibu memberikannya dalam keadaan dingin
  • Setelah dikeluarkan dari kulkas, cara yang paling tepat untuk memanaskannya adalah dengan merendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkuk berisi air panas.
  • Bila ASI tersebut tidak habis dalam sekali pakai, jangan digunakan kembali setelah 24 jam. Jangan memanaskan ASI dengan microwave.
  • ASI yang beku dari freezer dapat dicairkan dengan cara : Menaruhnya di dalam kulkas selama 4 jam, atau dengan cara ini : sirami tempat penyimpanan (masih dalam kondisi tetap tertutup rapat) dengan air dingin yang mengalir dari kran. Ketika ASI mulai mencair, gunakan air hangat dari kran sampai seluruhnya mencair. Jangan mencairkan ASI beku dengan cara mendiamkannya pada suhu ruangan.
  • Setelah ASI cair, rendam botol atau tempat penyimpanan di dalam mangkok atau wadah yang diisi air panas
  • Untuk ASI beku: pindahkan wadah ke lemari es selama 1 malam atau ke dalam bak berisi air dingin. Naikkan suhu air perlahan-lahan hingga mencapai suhu pemberian ASI
  • Untuk ASI dalam lemari es: Hangatkan wadah ASI dalam bak berisi air hangat atau air dalam panci yang telah dipanaskan selama beberapa menit. Jangan menghangatkan ASI dengan api kompor secara langsung.
  • Jangan menaruh wadah dalam microwave. Microwave tidak dapat memanaskan ASI secara merata dan justru dapat merusak komponen ASI dan membentuk bagian panas yang melukai bayi. Botol juga dapat pecah bila dimasukkan ke dalam microwave dalam waktu lama.
  • Goyangkan botol ASI dan teteskan pada pergelangan tangan terlebih dahulu untuk mengecek apakah suhu sudah hangat.
  • Berikan ASI yang dihangatkan dalam waktu 24 jam. Jangan membekukan ulang ASI yang sudah dihangatkan.
  • ASI yang telah dihangatkan kadang terasa seperti sabun karena hancurnya komponen lemak. ASI dalam kondisi ini masih aman untuk dikonsumsi. Apabila ASI berbau anyir karena kandungan lipase (enzim pemecah lemak) tinggi, setelah diperah, hangatkan ASI hingga muncul gelembung pada bagian tepi (jangan mendidih) lalu segera didinginkan dan dibekukan. Hal ini dapat menghentikan aktivitas lipase pada ASI. Dalam kondisi inipun kualitas ASI masih lebih baik dibandingkan dengan susu formula.

Referensi:

  1. Office on Women’s Health. 2010. Breastfeeding: Pumping and milk storage. Diunduh dari:http://www.womenshealth.gov/breastfeeding/pumping-and-milk-storage/pada tanggal 19 April 2014
  2. Center of Disease Control and Prevention. 2010. Proper handling and storage of human milk. Diunduh dari: http://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm pada tanggal 19 April 2014
  3. Australian Breastfeeding Association. 2013. Expressing and storing breastmilk. Diunduh dari: https://www.breastfeeding.asn.au/bf-info/breastfeeding-and-work/expressing-and-storing-breastmilk pada tanggal 19 April 2014
  4. La Leche League International. 2012.What are the LLLI guidelines for storing my pumped milk. Diunduh dari: https://www.llli.org/faq/milkstorage.html pada tanggal 19 April 2014
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s